SEJARAH RSUD WALED

Gedung RSUD Waled pertama kali didirikan memiliki nama “Poliklinik Leuwueng Gajah” yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1931, merupakan unit di bawah kendali “Pabrik Gula Leuweung Gajah”. Poliklinik Leuweung Gajah diserahterimakan oleh Pemerintah Belanda ke Pemerintah Indonesia pada 17 Agustus Tahun 1945. Nama Poliklinik Leuweung Gajah diganti oleh Pemerintah Indonesia menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Waled kelas D di Kabupaten (Kab) Cirebon yang berperan menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara kuratif dan rehabilitatif bagi pekerja di pabrik gula dan masyarakat di sekitarnya pada Tahun 1978.

Rumah Sakit Umum Daerah Waled berkembang menjadi RSUD kelas C sesuai surat keputusan (SK) menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 1150/Menkes/SK/1993 pada tahun 1993 dengan jumlah tempat tidur 108 TT, Penyelenggaran RSUD Waled berkembang meliputi pelayanan kesehatan perorangan dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan unit gawat darurat (UGD).Akreditasi 5 pelayanan sertifikat Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor : YM.00.03.3.5.1888 tanggal 22 April 1999, Akreditasi 12 pelayanan sertifikat Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.00.06.2.2.5161 tanggal 30 Desember 2003, Klasifikasi B non pendidikan KEPMENKES RI Nomor 1135/MENKES/SK/XII/2008 tentang peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah Waled milik Pemerintah Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat tanggal 3 Desember 2008 dengan Jumlah tempat tidur 240 TT, penetapan RSUD Waled sebagai Satuan Kerja yang menerapkan Pola Pengelolaan KeuanganBadan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD) sesuai Keputusan Bupati Cirebon Nomor: 445/Kep.24-Keu/2010 pada Tanggal 4 Januari 2010. Akreditasi 16 pelayanan RS tingkat lengkap sertifikat Komisi Akreditasi Rumah Sakit Nomor : KARS-SERT/345/I/2012 25 Januari Tahun 2012, Akreditasi KARS versi 2012 Nomor : KARS-SERT/585/XII/2017 tanggal 31 Desember 2017klasifikasi RS Paripurna.

Rumah Sakit Umum Daerah Waled dipimpin oleh seorang Direktur yang bertanggung jawab kepada Bupati dan secara admistratif dibina oleh Sekretaris Daerah. Pencapaian kinerja rumah sakit semakin meningkat dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Pelayanan ditambah promotif dan preventif selain kuratif dan rehabilitatif. Ijin Operasional Rumah Sakit dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Pemerintah Provinsi Jawa Barat Nomor : 445.1/Kep.118/I.25.b/IPRSU-B-BPPT/2014 tanggal 30 Oktober 2014.